[Manggarai Barat 15 Maret 2026]β Upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya melalui kegiatan pengenalan tarian budaya kepada anak usia dini yang di ikuti anak usia dini SLB Negeri Komodo, setelah proposal kegiatan yang diajukan oleh Mardiyanti dinyatakan lolos dan mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dan berlangsung di dua lokasi berbeda, serta disiarkan secara live streaming agar dapat diikuti oleh masyarakat yang lebih luas. Program ini bertujuan memperkenalkan nilai-nilai budaya, khususnya seni tari caci tradisional, kepada anak-anak sejak dini, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus.
Pada hari pertama, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kadis Pariwisata Bapak Stefan Jemsifori Dalam sambutannya βPihak pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kebudayaan serta inisiatif dari Mardiyanti yang telah menggagas kegiatan tersebut melalui proposal program kebudayaanβ. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan tarian caci, mulai dari pengenalan musik berupa Gong, makna gerakan tarian caci, hingga demonstrasi gerakan dasar oleh para instruktur caci.
Anak-anak usia dini yang hadir tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Para instruktur kemudian mengajak peserta untuk mempraktikkan gerakan caci, sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain dan merasakan langsung pengalaman caci. Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan di Puncak Waringin dengan agenda latihan bersama dan penampilan sederhana dari peserta didik. Anak-anak yang telah mempelajari gerakan dasar pada hari sebelumnya diberi kesempatan untuk menampilkan gerakan tarian caci yang telah mereka pelajari. Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak dalam menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus kecintaan terhadap budaya lokal.
Seluruh rangkaian kegiatan disiarkan secara live streaming, sehingga dapat disaksikan oleh orang tua peserta didik, masyarakat, serta pihak-pihak yang mendukung pelestarian budaya secara umum dan khususnya disaksikan langsung oleh Kementrian kebudayaan Republik Indonesia. Siaran langsung ini juga menjadi sarana dokumentasi sekaligus memperluas jangkauan edukasi budaya kepada masyarakat.
Penggagas kegiatan, Mardiyanti, menyampaikan bahwa program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkenalkan seni budaya kepada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, seni tari tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga dapat membantu perkembangan motorik, kepercayaan diri, serta kemampuan sosial anak.
Melalui kegiatan ini, SLB Negeri Komodo kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pendidikan yang inklusif sekaligus mendukung pelestarian budaya bangsa. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia.





