Manggarai Barat — Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Komodo bekerjasama dengan Yayasan dan Lembaga penyandang disabilitas menyelenggarakan kegiatan bertema “Mendorong Peran Penyandang Disabilitas dan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mewujudkan Masyarakat Manggarai Barat yang Inklusif.” Kegiatan ini berlangsung meriah dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, komunitas sosial, pelaku usaha, serta perwakilan penyandang disabilitas dari berbagai wilayah Manggarai Barat.
Kepala SLBN Komodo, Yosep Min Palem, S.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran publik mengenai pentingnya inklusi.“Hari Disabilitas Internasional mengingatkan kita bahwa seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak penuh untuk memperoleh layanan, pendidikan, dan kesempatan yang sama. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk mewujudkan Manggarai Barat yang inklusif,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Partisipasi Aktif
Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Perwakilan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dukcapi Puskesmas, lembaga pariwisata, komunitas disabilitas, serta sejumlah sekolah umum. Dalam sesi diskusi, seluruh instansi sepakat bahwa pembangunan inklusif membutuhkan kerja sama yang terarah dan berkelanjutan.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Manggarai barat (Asisten satu) Bapak Hilarius Madin, S.H, menyampaikan apresiasi atas inisiatif SLBN Komodo.“Upaya seperti ini harus terus diperkuat. Pemerintah berkomitmen mendukung fasilitas dan layanan yang ramah disabilitas di daerah ini,” katanya.
Selain itu, pelaku usaha pariwisata lokal juga menegaskan pentingnya aksesibilitas bagi semua warga dan wisatawan. Hal ini dianggap sejalan dengan visi Manggarai Barat sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Penampilan dan Edukasi Publik
Puncak acara dimeriahkan dengan berbagai penampilan siswa SLBN Komodo, seperti musik, tarian daerah, dan pameran hasil karya siswa. Penampilan tersebut memberikan gambaran bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar ketika diberikan ruang berkembang yang setara.
Seluruh peserta kegiatan juga mengikuti sesi edukasi mengenai:
- Hak-hak penyandang disabilitas
- Tantangan aksesibilitas di Manggarai Barat
- Strategi membangun layanan publik yang inklusif
- Peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan bebas stigma
Komitmen Menuju Manggarai Barat Inklusif
Menutup kegiatan, panitia bersama seluruh instansi yang hadir menyatakan komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam memastikan bahwa penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga aktor penting dalam pembangunan daerah.
“Inklusivitas adalah tanggung jawab bersama,” ujar salah satu perwakilan komunitas disabilitas. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan sehingga Manggarai Barat benar-benar menjadi rumah yang ramah bagi semua, tanpa terkecuali.”
SLBN Komodo berharap momentum Hari Disabilitas Internasional dapat menjadi penggerak bagi seluruh masyarakat untuk terus mendukung hak-hak penyandang disabilitas dan memperkuat kolaborasi menuju Manggarai Barat yang adil, inklusif, dan berdaya saing.
[Editor: HUMAS SLB Negeri Komodo]





