Labuan Bajo, 21 Oktober 2025 – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Komodo menerima kunjungan pendampingan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka pelaksanaan program digitalisasi sekolah. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 21 Oktober 2025, di ruang pertemuan SLB Negeri Komodo, yang dihadiri oleh sekolah-sekolah penerima Interactive Flat Panel (IFP), Papan interaktif digital Merah Putih tingkat Menengah di Kabupaten Manggarai Barat Labuan Bajo.
Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan implementasi program digitalisasi di lingkungan SLB Negeri Komodo pada umumnya dan juga sekolah penerima bantuan ini agar berjalan optimal, terutama dalam pemanfaatan platform digital pendidikan, data satuan pendidikan (Dapodik), serta penggunaan perangkat teknologi pembelajaran yang mendukung proses belajar mengajar bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Tim BPMP NTT yang hadir memberikan bimbingan teknis kepada guru dan tenaga kependidikan terkait pengelolaan data digital, integrasi sistem pelaporan, serta strategi penguatan literasi digital di sekolah.
Kepala SLBN Komodo, Yosep Min Palem, S.Pd menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh BPMP NTT.“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Program digitalisasi merupakan langkah penting bagi SLB Negeri untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memberikan layanan pendidikan yang lebih inklusif dan efisien,” ungkapnya.
Kegitan tersebut dihadiri langsung oleh Kadis PKO Kabupaten Manggarai Barat, Dalam sambutan pembuka Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat “Drs. Yohanes Hani, M.Pd” beliau menyampaikan “ Hari ini guru dituntut untuk berkopetensi, berkomitmen dan kesungguhan untuk membangun peradaban dalam ruang pendidikan, karena sejatinya pendidikan tidak hanya tentang guru tetapi juga tentang siswa, Guru hebat adalah bagaimana menciptakan siswa menjadi cerdas. Maka denganya jangan hanya bangga dengan status dan jabatan sebagai guru, yang harus di gali adalah “apakah siswa telah mendapatkan apa yang dia cari??pertanyaan ini untuk menjawab sebuah pernyataan besar guru adalah sumber dari pengetahuan, maka outout dari pendidikan seharusnya “bukan cuman mendapatkan nilai tetapi lebih kepada menghidupkan karakter anak”. Beliau menambahkan “Sehingga hadirnya Program merah putih ini memberikan akses cepat dan tepat” untuk memudahkan guru dan siswa mengakses konten belajar yang berkualitas dan mudah dipahami siswa, sehingga guru dituntut untuk menguasai tekhnologi secara baik dan tepat.
Dalam kegiatan tersebut, tim BPMP NTT juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program digitalisasi yang telah berjalan, sekaligus memberikan masukan dan rekomendasi untuk peningkatan mutu tata kelola sekolah berbasis digital.
Perwakilan BPMP NTT, Ibu Kolekta Keu, M.Hum menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen BPMP dalam mewujudkan transformasi digital di seluruh satuan pendidikan di NTT, termasuk di sekolah luar biasa. “Kami ingin memastikan seluruh sekolah, termasuk SLB, mendapatkan dukungan yang setara dalam mengimplementasikan digitalisasi pendidikan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan SLBN Komodo semakin siap dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, administrasi, dan layanan pendidikan, demi mewujudkan sekolah yang maju, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman





