Labuan Bajo, 26 September 2026 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi pendidik dan memperkuat pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, SLBN Komodo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran dengan tema “Pemanfaatan Dana BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026”, Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo tersebut diikuti oleh 25 peserta yang merupakan perwakilan dari lima satuan pendidikan di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya. Masing-masing sekolah mengutus lima orang peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kelima satuan pendidikan yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah: SLBN Komodo, SMKN Labuan Bajo, SMK St. Ignatius Loyola, SMAN 2 Komodo dan SMA Muhammadiyah Boleng. Keikutsertaan lima satuan pendidikan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarsekolah dalam meningkatkan kompetensi pendidik, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan digitalisasi pembelajaran. Dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Wilayah VI (Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur)Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta. Suasana berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan sekaligus membangun semangat kebersamaan sebelum memasuki agenda utama kegiatan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan acara pembukaan yang disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas Wilayah VI, Bapak Adrianus Ngongo, S.Pd, M.M.
Dalam pembukaannya, beliau memberikan arahan dan penguatan kepada para peserta mengenai pentingnya peningkatan kompetensi pendidik serta kemampuan satuan pendidikan dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pembukaan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran membutuhkan kesiapan seluruh unsur pendidikan. Guru tidak hanya dituntut mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mampu memilih dan mengintegrasikan teknologi secara tepat untuk mendukung kebutuhan belajar peserta didik.
Doa Pembuka dan Materi Digitalisasi Pembelajaran
Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan doa pembuka sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus memohon kelancaran selama seluruh rangkaian Bimtek berlangsung. Agenda utama kemudian dilanjutkan dengan materi Digitalisasi Pembelajaran. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena memberikan penguatan kepada peserta mengenai pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran di satuan pendidikan. Digitalisasi pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga bagaimana guru mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Para peserta mendapatkan ruang untuk memahami pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran sekaligus mengaitkannya dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Memperkuat Pemanfaatan Dana BOS Kinerja
Tema “Pemanfaatan Dana BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026” menjadi bagian penting dalam kegiatan Bimtek. Pemanfaatan dana tersebut diharapkan dapat mendukung program peningkatan mutu pendidikan, khususnya melalui penguatan kompetensi pendidik dan digitalisasi pembelajaran. Sekolah perlu memastikan bahwa setiap program yang direncanakan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan satuan pendidikan serta memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya perencanaan dan pemanfaatan sumber daya sekolah secara tepat untuk mendukung proses pembelajaran.
Kolaborasi Lima Sekolah
Keterlibatan lima satuan pendidikan dalam kegiatan Bimtek menjadi salah satu hal yang menarik. Kehadiran peserta dari SLBN Komodo, SMKN Labuan Bajo, SMK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo, SMAN 2 Komodo, dan SMA Muhammadiyah Boleng menciptakan ruang kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarpeserta. Setiap satuan pendidikan memiliki karakteristik, kebutuhan, dan tantangan pembelajaran yang berbeda. Melalui pertemuan bersama, para peserta dapat saling berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga transformasi digital di lingkungan pendidikan tidak berjalan secara sendiri-sendiri, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Mendorong Guru Lebih Adaptif terhadap Teknologi
Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi. Guru diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memilih teknologi yang relevan dengan tujuan pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, keberadaan teknologi seharusnya dapat membantu guru menyajikan materi dengan lebih beragam, memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, serta mendukung proses asesmen dan evaluasi pembelajaran. Hal tersebut menjadi semakin penting bagi satuan pendidikan yang melayani peserta didik dengan karakteristik dan kebutuhan yang beragam, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif.
Diakhiri dengan Foto Bersama
Setelah seluruh materi dan rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, kegiatan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan penyelenggara. Foto bersama menjadi dokumentasi sekaligus simbol kebersamaan lima satuan pendidikan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama Bimtek, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penerapan nyata di masing-masing satuan pendidikan.
Para peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk mendukung proses pembelajaran serta berbagi praktik baik kepada rekan-rekan guru di sekolah masing-masing.
Penutup
Pelaksanaan Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran dengan tema “Pemanfaatan Dana BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026” di SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi pendidik sekaligus membangun kolaborasi antarsatuan pendidikan. Dengan melibatkan 25 peserta dari lima sekolah, kegiatan ini menunjukkan semangat bersama dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan.
SLBN Komodo sebagai salah satu peserta sekaligus bagian dari pelaksanaan kegiatan terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan sumber daya pendidikan yang tepat sasaran. Melalui semangat berkolaborasi, berinovasi, dan bertransformasi, diharapkan pemanfaatan teknologi digital dapat semakin memberikan kontribusi terhadap terciptanya pembelajaran yang berkualitas dan bermakna bagi seluruh peserta didik. Sebagai rekomendasi akhir dari kegiatan ini, peserta akan melakukan pengimbasan kepada sekolah masing-masing dan akan terus berlanjut sampai pada akhir bulan oktober tahun 2026 sebagai terapan dari pengimbasan, kegiatan selanjutnya rencananya akan dilakukan di sekolah SMA Muhammadiyah Boleng.





