Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur — Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Komodo melakukan revisi terhadap visi dan misi sekolah sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pembelajaran mendalam bagi seluruh peserta didik berkebutuhan khusus. Revisi ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menyesuaikan arah kebijakan pendidikan yang berpusat pada peserta didik serta mendukung pencapaian tujuh kebiasaan baik anak Indonesia hebat yakni; Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat.
Kepala SLB Negeri Komodo, Bapak Yosep Min Palem, S.Pd menjelaskan bahwa revisi visi dan misi dilakukan melalui proses refleksi bersama seluruh warga sekolah, termasuk guru, tenaga kependidikan, komite, dan perwakilan orang tua siswa. “Kami ingin visi dan misi sekolah benar-benar menggambarkan semangat pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan menumbuhkan potensi setiap peserta didik sesuai kemampuan mereka,” ujarnya.
Dalam rumusan barunya, visi SLBN Komodo menekankan pada “Terwujudnya peserta didik yang beriman dan bertakwa, berpengetahuan, terampil dan berkarakter sehingga mampu berkarya dan mandiri”.
Sementara itu, misi sekolah diarahkan pada:
- Menanamkan keimanan dan ketakwaan serta mampu melaksanakan ibadat sesuai agama dan keyakinan masing-masing
- Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif (daring/luring) dan program khusus sesuai ketunaan sehingga setiap siswa berkembang secara optimal
- Meningkatkan kretivitas dan keterampilan sesuai dengan potensi dengan minat yang dimiliki anak
- Meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga dan melestarikan lingkungan
- Menciptakan lingkungan sekolah yang toleran dalam berkebikakan global, mencintai budaya lokal dan menerima budaya luar melalui kegiatan pembelajaran intra kurikuler, ko kurikuler dan ekstra kurikuler
- Menjalankan kerjasama yang konstruktif antara warga sekolah dengan pemerintah, masyarakat dan steakholders.
Melalui pembaruan ini, SLB Negeri Komodo berkomitmen untuk menjadikan setiap proses belajar bukan sekadar kegiatan transfer pengetahuan, tetapi sebagai perjalanan bermakna yang membentuk kemandirian dan karakter peserta didik.
“Pembelajaran mendalam bukan hanya tentang hasil, tetapi bagaimana peserta didik belajar memahami dirinya, lingkungannya, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Bapak Yoseph Min Palem, S.Pd
Dengan visi dan misi baru ini, SLB Negeri Komodo diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan dan terus menjadi sekolah yang inklusif, inspiratif, serta berdaya bagi semua.
*Editor : HUMAS SLB Negeri Komodo*





